1/05/2019

Malino Highlands

Berawal dari bingung mau ngapain berdua doang di kostan, gak ada hiburan, akhirnya gue dan mamas Balan memutuskan untuk pergi ke Malino. Kita gak tau di Malino ada apa aja, berbekal kesotoyan dan google maps, akhirnya kita cus juga berpetualang naik motor dari Veteran – Makassar ke Malino. Kalau liat di google maps, waktu tempuh sekitar 2 jam 16 menit. Tapi berhubung si mamas bawa ibu hamil, jadi perjalanan memakan waktu sekitar 3 - 4 jam. 
WKWKWKW, Kata si mas, "mungkin kalau aku gak bawa kamu, sejam nyampe nih. Sayang aja bawa emak - emak hamil naik motor." Selain berhenti karena pinggang dan pantat bumil pegel, yang bikin perjalanan lama karena bumil beseran, harus cari pom bensin muluk! Dan si Mamas cuma bisa menghela nafas panjang 😁 
Kalau ditanya, "strid ke Malino lagi yuk, naik motor" huhuhu, langsung gue jawab "MAKASEEEHH BANYAK, GAK LAGI" 😜 bukan nya gak suka sama tempatnya, tapi perjalanan nya itu lho, perasaan bumil, luamaaaa buanget gak nyampe - nyampe. OKE, setelah ngeluh mulu di sepanjang perjalanan *entah bawaan si kakak, atau mood bumil yang kesel karena gak sampe - sampe, pinggang rasanya mau copot* akhirnya GUE dan Mamas sampai juga di Hutan Pinus Malino. 
Kita gak langsung belok ke Hutan Pinus Malino, kita melanjutkan perjalanan ke MALINO HIGHLANDS. Cuaca, gak begitu bagus, mendung-mendung gerimis. Kalau bumil gak salah inget kayanya kurang lebih 15 - 20 menit, jarak dari Hutan Pinus Malino ke Malino Highlands. OOHHIYAA, disepanjang perjalanan menuju Malino banyak buanget kebun strawberry di pinggir jalan. Kalian bisa beli buah strawberry langsung atau bisa juga langsung metik buahnya di kebun lho gaiis!
Bayar tiket masuk ke Malino Highlands kalau gak salah inget sekitar Rp 50,000/orang. Dan sayang banget, karena gak niat buat masukin ke blog, jadi gak banyak gambar yang bisa bumil abadikan. fufufu, moon maaap sodara-sodara.
Baru masuk aja, bumil udah di manjain sama pemandangan yang super duper menyenangkan begini! Kalau kata orang Jawa mah, ini Puncak atau Gunung Mas-nya Makassar, mirip-mirip lah ya hehehe 😛 Ditempat seluas 200 hektar ini kamu juga bisa menikmatin teh yang beragam lho gais! Kaya misalnya si mamas yang asik nyeruput green tea di tengah cuaca yang sejuk kaya gini.

Gak cuma minum teh dan ngemil - ngemil cantik aja lho ditempat ini. Buat kalian yang berpergian bersama keluarga dan membawa si kecil, kalian juga bisa berkeliling dengan menaiki kuda gaaaiiiss! Tenang! kudanya bersih kok 😃

Di area Malino Highlands ini sebenernya ada beberapa tempat yang bisa kamu kunjungin gaiiiss, tapi. Berhubung waktunya udah mefeet dan cuaca gak mendukung, DAN PANTAT serta PINGGANG bumil yang mulai encok, akhirnya gue minta mamas untuk sekip ke beberapa tempat. Misalnya aja, ditempat ini ada semacam Mini Zoo, Taman Bunga dan gue cuma mampir ke Taman Bunga. Sayang, gak gue foto. Karena tempatnya gak begitu luas, tapi pengunjung puadet sehingga gak memungkin untuk gue foto *alibi* *padahal mah males poto* wkwkwk. 
Karena Hutan Pinus Malino, searah dengan jalan gue dan mamas pulang. Akhirnya kita sempetin mampir ketempat ini dengan kondisi gerimis mengundang. Puas makan indomie rebus di warung depan yang berjejer di sebrang pintu masuk Hutan Pinus Malino, gue cukup tercengang dengan harga tiket masuk ke Hutan Pinus Malino yang seharga Rp 3,000/orang. Murah bingitsss gais! Cocok banget buat kalian yang mau bawa orang - orang se-RT dan se-Kelurahan buat liburan piknik ditempat ini 😄
Hutan yang berlokasi di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa ini, memiliki fasilitas seperti Berkeliling dengan kuda, Bersepeda diatas tali, Flying Fox, Kebun Strawberry, Taman Bermain Anak, Toilet dan Area parkir. Sangat cocok untuk kalian yang ingin menghabiskan akhir minggu, Bersama keluarga gais ! Ohiyaaa, saran, buat kalian yang mau ke tempat ini, boleh banget bawa makanan dan tiker untuk piknik lho gais 😄 
FYI, disekitar Malino masih banyak tempat-tempat wisata lainnya, seperti Air terjun. DAN KARENA, Gue kelamaan dijalan (gara-gara bumil naik motor pelan-pelan), akhirnya gak banyak tempat yang bisa gue kunjungin. Saran aja buat kalian yang mau ke Malino harus dari pagi deh jalan kesana, biar bisa banyak tempat yang bisa kalian kunjungin 😉

1/03/2019

Kosmetik Berbahaya di Tahun 2019

Sebagai calon emak-emak milenial yang masih tengah hamil, pastinya gue amat sangat – sangat protektif terhadap suatu produk yang nantinya bakal gue pakai. Termasuk kosmetik! Gak cuma buat bumil aja, kalian yang masih abegeh! Masih pada single dan remajah manjah, kalian tentunya harus sangat – sangat cermat dalam memilih produk kosmetik yang kalian pakai. Tampil keche emang hak setiap wanita, tapi tentunya kudu ditunjang dengan pengetahuan juga gaes! 
Misalnya aja, buat kalian para wanita yang pengen putih secara instan, adu - du - du, sering banget kayanya gue bahas di artikel - artikel gue sebelumnya (tapi udah banyak yang gue hapus, karena suatu dan lain hal) mungkin bagi para pembaca setia gue yang sering baca artikel gue 'atau bisa kalian searching di google tulis aja astridputrinda' nah banyak banget gue ngulas produk - produk kosmetik berbahaya. 
Jadi, big no - no kalau ada yang nawarin "produk pemutih instan" ya gaaaaess! Karena yang instan - instan itu gak baik, biasanya produk yang instan mengandung merkuri yang tinggi sehingga proses pemutihannya bisa berlangsung dengan cepat. IYA, Instan! Tapi beberapa bulan kemudian, beberapa tahun kemudian, baru deh kalian merasakan efek dan dampaknya. Entah tiba - tiba muncul flek - flek hitam lah, muncul jerawat lah setelah produk yang kalian gunakan berhenti dipakai. 
Kenapa sih wanita jaman sekarang harus cerdas? Ya, iya dong! Kudu wajib dan kudu harus cerdas wanita jaman sekarang! Buat kalian yang mau beli produk, kalian bisa cari di google tentang review - review produk atau liat - liat youtube, dan jangan lupa ada cara simple buat kalian memilih produk! Gimana caranya ?  JANGAN LUPA CEK KLIK! Apa itu strid?
Yang pertama, jangan lupa CEK KEMASAN ! Segera cek kemasan produk kosmetik yang nantinya akan kamu gunakan! Kamu harus mengecek kondisi produk tersebut terlebih dahulu. Pastikan produk tersebut dalam kondisi yang baik, seperti tidak rusak, sobek, penyok, jelek, dsb. Lihat kondisi produk tersebut dengan cermat! Apakah segelnya rusak, isinya tumpah kah? Dalam keadaan kotor kah? JIKA kalian ragu dalam membeli dan menerima barang tersebut, segera kembalikan produk tersebut kepada penjual atau toko tersebut. 
Yang kedua, Perhatikan LABEL sebelum membeli produk! Baca informasi yang tertera pada label dengan cermat dan pastikan bahan-bahan yang terkandung didalamnya aman, sehingga tidak berbahaya untuk tubuhmu. Misalnya tidak mengandung merkuri, timbal, arsen, rhabdomin, dll. Cek juga nama produk, nomor izin edar, nomor kode produksi, nama dan alamat produsen/importir/distributor produk, cek netto dan komposisinya, cek batas kadaluwarsanya, baca cara penggunaan yang tertera pada label! HARUS CERMAT! Memang Efeknya tidak sekarang, tapi nanti lihat beberapa tahun kedepan! So, jangan malaaaaas membaca ya sayangkuuuuhh! Karena itu untuk kepentingan tubuhmu juga 😀 Bukannya aku semata ! EEyyaaa
Yang ketiga, Cek IZIN EDAR gampang banget lho cara ngecek produk yang sudah memiliki izin edar. Tinggal download aplikasi CEK BPOM di google play, kamu bisa langsung tau produk tersebut sudah memiliki izin edar dari Badan POM atau belum. 
Caranya gampang banget!!! Yang pertama harus kalian lakukan adalah men-download aplikasi CEK BPOM di google play! Tenang gengs! Gratis kok 😉 Setelah men-download aplikasi tersebut, kalian tinggal pilih nomor registrasi yang tertera pada kemasan atau label di produk tersebut. Selain memilih untuk memasukkan nomor registrasi produk, kalian juga bisa memilih Nama produk, Nama Dagang atau Nama Produsen, Nama Importir. NAH! Setelah itu, dalam beberapa detik, langsung deh keluar hasilnya "MUDAH BUKAN" *ala Bu Sisca di acara AROMA - Indosia* wkwk 😆 sekip!

Semua produk yang telah memiliki izin edar dari Badan POM, sudah dipastikan aman ya gaaiss  So, buat para bumil dan semuah wanitah di penjuru Indonesia kalian gak perlu khawatir buat menggunakan kosmetik! Tinggal cek di aplikasi CEK BPOM aja yes! Mudah kok !! 
Yang terakhir, Segera cek masa KADALUWARSA nya gaiiss! Biasanya produk - produk kosmetik banyak dijual murah atau diobral yekan? Nah, kalian kudu ngecek masa kadaluwarsanya, gue sih khawatir, dijual murah karena masa kadaluwarsanya udin mau abis atau bahkan sudah lewat dari masa pakainya. 'Idiiiih suujon mulu lu strid' HAHA, ya moon maaap lahir batin deh 😀 SO, JANGAN LUPA CEK KLIK YA GAIS! KEMASAN, LABEL, IZIN EDAR dan KADALUWARSA. Simple kan 😉 Info pengaduan tentang produk - produk berbahaya bisa cek di layanan Badan POM ya tsay 😉

YUUK, jadi konsumen cerdas di era milenial! 💋

Tebing Apparalang, Bulukumba

Setelah Ayah, Pak Budi, Irul dan Adnan puas bermain Donat boat dan menikmati secangkir kopi hangat dipinggir pantai Tanjung Bira, kemudian kami bergegas kembali ke penginapan dan segera melanjutkan perjalanan ke “Tebing Appalarang” [Desa ARA, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba], yang letaknya gak begitu jauh dari Pantai Tanjung Bira, yah kira – kira 3 – 4 km wkwkwk, sotta kita strid! Sebenernya gue, masih belum puas main di Pantai Tanjung Bira, karena gue gak dibolehin Paksuami ikutan main banana boat dan berenang di pantai huhuhuhu, tapi apa boleh buat. Demi si kakak, okeelahh cuss kita berangcutss! 
OH MAY GAAAT!!!! Perjalanan menuju Tebing Apparalang ternyata sungguh sukses membuat kakak dan bumil mabok di mobil. Jalanannya yang naik - turun - naik - turun batu kapur, membuat kakak yang didalam perut bikin goyang sana - goyang sini , mengobok - obok perut Buna nya yang semakin membuncit. Sambil memegangi perut dan di lirik oleh Ayahnya kakak, Gue berusaha stay cool sambil tersenyum "i'm fine bebiii" sambil melirik ayah. Tips buat bumil yang mau menuju Tebing Apparalang, mohon persiapkan diri kalian gaiiss :"D 
Setelah bergejolak sana - sini, akhirnya Buna bisa beristirahat dan menghela nafas Panjang, " fiiiuuuuuuh, akhirnya sampai juga " Gue lupa deh tiket masuknya berapa, kayanya untuk mobil Rp 20,000 dan untuk perorangan kayanya ya *kalau gak salah* Rp 10,000/orang. Sebelum masuk Tebing Apparalang kalian akan menemukan banyak penjual minuman, naaahhh!! Kalau kalian, gak bawa minum boleh banget nih beli minuman dulu di tempat itu, karena gue pastikan kalian akan haus saat berjalan-jalan menelusuri tebing tersebut ;D hahahhaa, apa perasaan emak-emak hamil aja kali ya :P 



Belum berjalan 5 menit, gue udah terkagum - kagum melihat warna air yang begitu jernih dan biru! RASANYA pengen nyeburrrrr huhuhuhu. SUBHANALLAH, Cantik banget - banget - banget - pake banget!!!! GAK BOHONG! Kalian harus ketempat ini gaiiss!!!! Nyesel kalau kalian belum ketempat ini dan malah pergi keluar negerii. huhuhu! 
Indonesia, lautnya masih banyak yang cantik dan indah gaisss, jangan pergi keluar dulu, jelajahin dulu di negeri tercinta ini ;D (ini baru dari atas aja lho gaisss! Belum sampai bawah!) BUMIL sih, bahagia liat yang kaya gini, wkwkwk, murah - meriah bikin bumil seneng *kata Ayahnya si kakak*



Ditempat ini, banyak yang berenang dan bikin gue ngiri, fufufufu, sumfehhh, di Bekasi gak ada yang kaya beginian ;P dan aku tidak menyesal sudah berjam-jam diperjalanan, dari Makassar ketempat ini! Lautnya cantiik sekaleeh! 



OHHHHIYAA, Tips buat kalian yang mau foto - foto, pastikan datang tidak di hari libur, karena kalau kalian berkunjung di hari libur, lumayan RUAAMEE gaiiis! Dan begini kondisinya, wkwkwkwk! ARAAB SABAAR YA yang mau poto-poto ;D


Atau, bisa aja sih, kalau mau dapat foto yang bagus, harus sabar - sabar dan tahan malu diliatin orang, kaya gue kemarin "si Adnan maceem bener aja, mensteril kan spot buat gue dan Ayah foto sambil bilang ke orang - orang 'awas-awas ada yang mau syuting film. Berhenti dulu ya, maaf ya' " YA ROBB, Malunya gak ketulungan !



MOOON MAAP, pada artikel ini banyak kata - kata "cantiik, bagus, indah, jernih, biru" karena, gue gak tau harus bilang apa lagi, gimana MENG-ekspresikannya ngeliat air yang biru keek gini gaiss! (Abaikan perut mlendung dan pipi lebar) 



Ayahnya kakak dan Pak Budi, gak ikutan loncat . Irul dan Adnan yang ngeliat AIR jernih kaya gitu, gregetan pengen nyebur dan beginilah kira - kira kondisinya kalau kalian mau ikutan nyebur :) SERRUUU BANGETSS KHAAN! DAN Beruntungnya cuaca saat gue kesana sangat mendukung, gak hujan dan gak panas, adeeem benerr, semriwiing ^^ emang rejekinya si kakak sih. hihihi, OKHAY, Sekian cerita gue buat Tebing Apparalang ya gaisss, tungguin cerita gue selanjutnya ya! Jangan lupa mampir baca cerita gue tentang Pantai Tanjung Bira ! ^^

1/02/2019

Tanjung Bira, Bulukumba

“Yah, tahun baruan kita kemana yah?” Tanya gue sambil elus – elus perut di kasur sembari menatap wajah ayahnya si kakak dengan tatapan memelas dan nanar, seolah mengisyaratkan ‘pergi kemana kek gitu’ wkwk. 
"Lagi musim hujan, liat nanti ya. Kalau gak hujan kita pergi ke Bira", okey malam itu, gue berhasil sedikit merayu ayahnya kakak untuk ngajak malam tahun baruan keluar. Baru kali ini gue ngerasain pergantian tahun baru di daerah orang dan berdua si ayah. Dan percakapan malam itu, berlalu begitu saja.
Selang beberapa hari, di tanggal 31 Desember 2018 yang harusnya semua karyawan pulang setengah hari, tapi ayah jam 6  sore aja masih dikantor dan belum bilang 'A' dan gak bilang 'B', gue sih harap - harap cemas, pengen diajak ayah kemana gituu. EH, Tapi bener aja. Tiba - tiba si ayah WhatsApp dan ngabarin malam ini kita jalan ke Bira. Okeseep, jam 8 malam belom siap - siap. wkwkwkwkwk. 
Malam itu, BUMIL yang genap 30 minggu menjadi rumah untuk si kakak ditemani ayah, Pak Budi, Irul dan Adnan melakukan perjalanan dari Barombong 'perumahan eike', menuju Tanjung Bira dengan rute perjalanan GOWA - TAKALAR - JENEPONTO - BANTAENG dan BULUKUMBA! Perjalanan menuju Tanjung Bira bener - bener sepi. Beda banget kalau lo jalan di Jakarta yang kemana - mana macet :p hihihihi, Perjalanan start jam 09.00 dan sampai penginapan jam 01.30. 

Sebelum masuk ke area Pantai, lo akan menemukan sebuah pos dan kalian harus bayar uang masuk. Kemarin gue, (5 orang + 1 mobil) membayarkan uang sebesar Rp 70,000. Dan sayangnya semua penginapan harganya naik tcuy saat malam tahun baru. Penginapan yang biasanya Irul tempati harganya Rp 300,000 tapi malam itu harga satu kamar Rp 500,000. Gak apa -apa lah yahhhh :"D 

Ini tempat penginapan kita, namanya PANDA BEACH II. Kamar mandinya bersih, kasurnya juga not bad lah, dapat sarapan paginya nasi goreng, tapi sayang AC nya kurang dingin. HHUHUHU BUMIL gerah. Good news nya, pemandangan depan penginapan langsung pantai tcuy! (isi kamarnya gak sempet foto, sorry) 
Dan ini pemandangan depan pantainya, indah kan tcuyyy :D BUMIL, disuguhi pemandangan yang bikin mata suegeer buanget di pagi hari. Warna pantainya masih jernih dan biru ditambah pasirnya yang lembut serta berwarna putih bener-bener vitamin sea banget :p

Hari itu, matahari gak nongol. Cuacanya mendung dan adem bener, ditempat ini kalian juga bisa menyewa banana boat seharga Rp 100,000 ,  Donat boat seharga Rp 150,000 dan kapal untuk snorkeling serta menyebrangi ke pulau seharga Rp 350,000 untuk 5 - 6 orang (Harga snorkeling sendiri Rp 25,000/orang). Tempat ini cocok banget buat kalian yang mau berlibur bareng keluarga tercinta sih, menurut gue. Karena, masih sepi dan airnya jernih  - gak kotor. Bisa jadi alternatif liburan kalian nih kalau ke Sulawesi Selatan :D 

Kemarin perjalanan ke Tanjung Bira menggunakan mobil, kita cuma sekali isi bensin (sampai full), disepanjang perjalanan menuju Tanjung Bira kalian akan menemukan banyak penjual garam di sisi kanan dan kiri, gak cuma itu! Ada juga penjual rumput laut lho gaiiss! 
DAN, kata Irul biasanya pada sore dan malam hari banyak Kepiting SOKA lho gaes yang suka berkeliaran mencari makan. Gue sih dua kali menemukan kepiting soka ditengah jalan saat malam hari, menuju penginapan. Tadinya mau ditangkap Irul, tapi sayang mobil melaju dengan cepat. KALAU MAS ALAN, udah gue wanti - wanti. "JAN MACEM - MACEM! Jangan nangkep, nyakitin atau aneh-aneh!!" hahaha, meskipun hati kecil gue, gue juga pengen ikutan nangkep kepiting nya :p Lanjutssss, cek blog gue tentang Tebing Apparalang gais, klik disini!