12/15/2014

5 Perbedaan Pacaran Zaman Dahulu Dengan Zaman Sekarang



Saat pasangan lo mengikrarkan hubungan kalian menjadi sepasang kekasih, gue yakin idung lo megar-megar, kembang kempis ngabisin jatah napas orang – orang disekitar lo dan gak jarang senyum-senyum kecut yang menutupi rasa bahagia lo sebagai seseorang yang telah mengakhiri masa-masa krisis dimana lo gak lagi dicap sebagai kaum jomblo dan beralih menjadi manusia seutuh nya karena punya pasangan. Pasti rasanya membahagiakan ya mblo, ehh ciyeeee yang udah punya pacar sekarang ciyee ciyee. Eitss, tapi jangan seneng dulu! Lo pikir dengan status lo sekarang yang udah pacaran, lo aman gitu? Enggak!! Anak zaman sekarang pacarannya lebih bahaahhhya!!

PE-DE-KA-TE
Pedekate adalah masa pendekatan. Dimana si cowok yang tertarik dengan si cewek akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hati si cewek. Anak-anak zaman dulu biasanya punya cara unik buat melakukan pendekatan. Tapi gak sedikit juga anak zaman sekarang yang mencontoh cara pendekatan tersebut.

Misalnya anak zaman dulu akan pura-pura pinjem buku catetan, padahal setelah dia mendapatkan buku catetan tersebut, itu buku gak bakal disalin, cuma dipantengin tulisan-tulisan si gebetan lembar demi lembar. Setelah puas liat-liat tulisan sang gebetan, si peminjam biasanya akan menulis kata-kata dibagian belakang buku misalnya “terimakasih ya bukunya!” atau digambar-gambar lah buku catetan tersebut dengan penuh perasaan. Gak cuma pura-pura minjem buku, anak zaman dulu juga punya teknik telpon salah sambung atau kenalan salah orang yang berujung kenalan dan mendapat nomor telpon. Tapi, biasanya cara ini udah dianggap basi, menurut anak zaman sekarang.

Kalau zaman sekarang, cara pedekatenya udah terang-terangan dan lebih frontal. Misalnya kita sebut aja pria itu “TERONG” naksir wanita bernama “CABE”, cabe adalah primadona di sekolahan favorit terong. Terong yang notabene nya pemain basket dan sering melihat cabe mondar-mandir akhirnya timbul rasa penasaran dan jantung yang berdebar-debar ketika melihat si cabe. Tanpa basa-basi si terong langsung menghampiri si cabe dan memberanikan diri menanyakan nomor handphone serta alamat rumah. Adapun cara lain yang terong lakukan untuk ngedeketin si cabe. Misalnya si cabe yang ikut acara baksos lagi cari orang buat jadi sponsor, si terong yang udah kadung jatuh cinta tanpa pikir panjang langsung meng-iyakan tawaran menjadi sponsor.

Terong melakukan tebar pesona dan menarik perhatian si cabe. Tapi sayang, cabe gak menaruh hati pada terong. Terong gak putus asa, dia melakukan pendekatan lainnya. Setibanya cabe dirumahnya setelah pulang eskul basket, cabe mendapati terong sedang main catur bersama ayah cabe, disini terong menang satu point untuk mendapatkan hati si cabe. Cabe pun, akhirnya berpikir ulang dan menaruh simpati pada terong. Sebelum jadian, cabe ingin dibelikan sesuatu yang mahal, mengamini permintaan cabe tersebut, terongpun mengeluarkan isi tabungan yang ia miliki untuk membelikan iphone 6. Setelah mendapatkan barang tersebut, cabe gak bisa bohongi dirinya yang sama sekali tidak tertarik pada terong. Kenyataannya si cabe gak suka laki-laki melainkan wanita, eyyyyaaaaa.. krik krik krik

PENGAKUAN = NEMBAK = JADIAN
Anak zaman dulu yang ngerasa keche di eranya, tidak mengenal kata “nembak”! Ya! Gak ada acara penembakan kaya yang pernah di siarin salah satu stasiun televisi swasta, kalo lo dulu tau acaranya, lo pasti tau juga siapa host nya? Iya bener! Inisialnya CICI PANDA. Acara itu cukup ngehits banget! Setiap acara itu dimulai, biasanya cewek-cewek udah siap duduk mantengin tipi sambil sediain tisu jaga-jaga ada adegan romantis yang mengharukan dan para cowok-cowok udah siap nyatet jurus buat menaklukan pujaan hatinya.

Menurut wawancara gue ke nyocap, anak – anak muda zaman dulu gak suka nunjukin perasaan nya secara terang-terangan, jadi sering kali mereka gak pernah pacaran tapi saling suka dan mendoakan satu sama lain. Menurut mereka “status hubungan” itu gak terlalu penting, masih tabu untuk diumbar dan gak perlu seluruh penjuru dunia tahu bahwa mereka saling mencintai. Yang penting pasangan mereka dan Tuhan tahu, hati nya milik siapa. Jika dirasa mereka saling serius, naik tahaplah mereka ke jenjang pernikahan gak ada itu penembakan kaya acara-acara katakan cinta. Pstttssss, bahkan gak sedik pasangan muda-mudi yang berpacaran sembunyi-sembunyi lho!

Nah, kalo anak muda zaman sekarang macem lo, untuk menunjukan bahwa “dia punya gue” itu penting! Bahkan, kalau perlu semua orang tahu. Lo bakal umbar status hubungan lo di depan public! Ngaku deh! Itu apa, facebook, twitter, instagram, path lo isinya pacar lo mulu? Biar apa gitu lo pasang-pasang? Biar ngalahin Anang-Ashanti gitu? Okelah gue gak bakal ikut campur tentang hubungan kalian, toh gue bukan siapa-siapa yang coba ingin mengusik kebahagian kalian, apalah gue. Gue bagai serpihan upil yang bisa kalian buang kemana aja, suka hati dan mengering. Tapi asal lo tau, gak selamanya ketika kalian ditembak, terus hubungan kalian bakal baik-baik aja. Inget gak ada yang tahu kedepannya, bisa aja bulan depan pasangan lo selingkuh sama sahabat lo sendiri, aooouuuuuchh! Jadi jangan lah mengumbar kemesraan didepan umum, dan menghambur-hamburkan duit buat acara penembakan, karena sejatinya cinta yang tulus bukan karena tubuh yang mulus..

KOMUNIKASI
Meskipun zaman dulu belum ada smartphone dan teknologi belum berkembang kaya sekarang ini. Namun anak-anak muda zaman dulu punya cara sendiri buat berkomunikasi dengan orang yang mereka suka. Salah satu dengan cara surat-suratan atau tukeran diary. Ya, bahkan menurut gue cara ini cukup romantis dan lebih greget dibandingin anak muda zaman sekarang yang kalo kangen tinggal skype atau video call. Bahkan gue sendiri suka iseng nulis surat cinta buat pacar gue dan lo tau? Gak tau lah ya, gue belom cerita. Jadi, si surat-surat dengan tulisan tangan super keche buatan gue dia taro di dompet dia, gue tau cara ini jadul banget tapi, ini efektif kok, biar pacar lo gak bosen ngeliat muka lo terus dilayar handphone nya.

Tapi, gue sebagai anak muda yang masih polos, unyu dan menggemaskan juga gak pungkiri bahwa gue merasa beruntung berada di zaman sekarang yang udah serba canggih dan modern ini. Jujur aja, hubungan jarak jauh itu gak mudah, selain menggoda iman dan membuat kita terserang penyakit malarindu yang gak berkesudahan. Ya gak ada pilihan lain, selain mengatasinya dengan chatting, dan tatap muka meskipun hanya lewat layar smartphone. Terimakasih Whatsapp, BBM, Line, YM, SKYPE, WeChat, dan semuanya yang gue gak bisa sebutkan satu-persatu, terima kasih karena kalian telah memudahkan kami anak-anak muda unyu yang haus akan belaian. *lhoooo

GALLERY FOTO SAAT KANGEN
Lo yang muda di zaman 80’an – 90’an pasti inget banget cara mengabadikan moment bersama bokin atau gacoan, faktanya selain kalian tua, emang ribet banget buat menghasilkan suatu foto yang keche. Pertama lo harus beli dulu isi rol film, terus jepret tanpa tahu hasilnya kaya gimana, entah lo lagi merem, bibir lo lagi monyong ke samping, idung lo lagi kembang - kuncup, rambut lo lagi megar kaya rambut singa semua nya gak bisa di delete. Lo cuma bisa nunggu hasilnnya setelah selsai di cuci cetak. Ketika semua selsai lo hanya bisa membagi dua hasil foto tersebut dan masing-masing memajang fotonya di dompet. Jadi kalau rindu melanda? Lo tinggal buka dompet, sambil memandang foto si gacoan dengan tatapan nanar dan ingus yang mulai naik turun. Terus kalau gak bisa tidur? Buka aja lagi dompetnya barang kali dengan buka dompet tidur lo jadi lebih cepet karena liat sisa uang didompet tinggal serebu perak, eyyyyaah lhoo

Lagi-lagi kemajuan teknologi mempermudah anak-anak muda zaman sekarang. Smartphone canggih sekarang ini bisa memudah para pasangan yang dilanda asmara. Apalagi, dengan adanya camera depan! Banyak gaya dengan pose-pose sama yang di foto secara berulang-ulang dan bikin eneg orang-orang sekitar yang melihat lo sama pacar lo itu! Belom lagi foto lo berdua dipasang jadi profile pict Line, Whatsapp, BBM, Twitter, Facebook, Instagram, Path, dan jejaring social lainnya. Hadeuuuhhh, ucinglah pala awa. Sah, sah aja sih, tapi tolong berpri ke jombloan ya gaes! Hargai mereka yang masih mencari ceceran hati yang dibuang oleh tuannya. Kalian enak, kalo kangen bisa liat gallery foto dan langsung hubungin pacar kalian. Coba kalo jomblo? Kalo mereka kangen mereka harus hubungi siapa? Pacar kalian?

TEMPAT PACARAN
Buat mereka yang muda di zaman dulu, tempat pacaran mereka bisa dihitung dan gak terlalu banyak, mereka lebih menyukai keramaian. Misalnya, tempat keramaian pertama yakni ke tempat layar tancep. Kedua, ke tukang bakso pinggir jalan. Ketiga, kelapangan atau taman, dan masih ada lagi yang gak bisa gue sebutin karena masing-masing pasangan punya tempat favorit tersendiri. Bagi para cowok-cowok macho zaman itu, kendaraan sakti saat hendak berkunjung ke rumah bokin selain motor adalah “sepeda”. Dengan angin yang bertiup dan berhembus menyibak rambut-rambut klimis sambil diiringi sesekali siulan merdu, biasanya cowok-cowok yang hendak ngapel membawa buah tangan untuk sang pacar dan calon mertua. Sesampainya dirumah sang bokin, biasanya disambut oleh orang tua si pacar, dan orang tua pacar gak akan membiarkan anak-anak mereka berdua-duan, jadi para orang tua akan ikut nimbrung ngobrol sambil mengenal calon pasangan anaknya lebih jauh.

Berbeda dengan anak-anak zaman sekarang yang lebih menyukai tempat-tempat sepi, misalnya kuburan, gudang tua, hutan dan selanjutnya lo bisa isi sendiri sesuai keinginan lo dan tempat favorit lo sama pacar. Bukan cuma tempat-tempat sepi, yang sedang di gandrungi anak muda zaman sekarang. Adapun, tempat yang di iringi musik  jedak-jeduk, dan cahaya lampu yang minim, dan goyangan-goyangan dramatis menjadi salah satu pemandangan syahdu, serta ditemani teh-teh bersoda yang menjadi pilihan anak muda saat ini. Tapi gak semua anak muda menyukai tempat tersebut kok, alternative lainnya anak-anak muda zaman sekarang ada yang memilih untuk pergi ke tempat gym bersama pacarnya untuk membakar lemak mereka yang sudah tertimbun selama seminggu, bakar lemak bukan bakar cemburu yes. Setelah puas membakar lemak dan berkeringat mereka anak muda yang sedang memadu kasih akan pergi ke restoran untuk memilih menu makanan yang paling mahal dan mengenyampingkan gengsi demi bisa update di media social sambil mengkerutkan dahi dan memonyongkan bibir dan bergumam, makanan disini enak ya, recommended banget! Padahal dalam hati pacar lo udah menjerit bingung gimana bayarnya, haha

Okey itu lah beberapa perbedaan pacaran zaman dulu dengan pacaran zaman sekarang, ada norma-norma yang bergeser seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi. Yang terpenting, kita harus pintar memilah milih mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak perlu dilakukan. Ingat-ingat pesan mama ya gaes!

Boleh pamer gak? Bodo amat, lo jawab boleh apa engga. Haha, Alhamdulillah untuk pertama kalinya buat seorang yang doyan nulis tapi gak suka baca, tulisannya di muat di majalah online. Hihi, thanks yes majalah bujang. Jangan lupa ya gaes di download majalah bujang, buat kalian yang haus akan informasi cuus santronin majalah mereka http://www.majalahbujang.com/ 
 
 








11/23/2014

Belum Siap Menikah? Jangan Khawatir!

Umur gue dua puluh dua, belom tua-tua banget lah ya. Umur pacar gue sebut saja buncit, please jangan lo tanya perut dia maju apa engga, karena lo semua pasti tau apa jawabannya, atau lo tanya kakinya napak atau engga, hello masa iya gue pacaran sama dedemit, umurnya juga gak tua-tua amat, tapi dia lebih tua dari gue empat belas bulan. Sekarang-sekarang ini entah dinegara luar, tapi yang jelas di Indonesia tercinta kita sedang heboh dilanda dengan yang namanya “nikah muda”.

Menikah adalah impian semua wanita, gak terkecuali cewek imut dan unyu seperti gue, eeyyaaa~ Entah ini gue doang yang centil apa semua cewek di seluruh dunia waktu kecil 'jugasamakayague' mendambakan sebuah pernikahan dan pangeran datang membawa kuda putih dan melamar kita didepan ayah dan ibu kita. Stop! Sekali lagi itu cuma impian gue, mungkin efek kebanyakan nonton Cinderella, dan kawanannya makannya gue seperti ini.

Gak!! Cita-cita gue nikah muda dan punya anak delapan bukan karena alasan mabok nontonin Cinderella dan sahabat-sahabatnya itu, ini karena alasan emhhhhh entahhh. Gue cuma pengen punya anak delapan dan disaat anak-anak gue menginjak usia dua puluh tahun, gue pengen ngeliat mereka di wisuda dan mereka membangun sebuah rumah tangga, gue masih mau sehat disaat hari-hari itu tiba, gue gak pengen kehilangan satu moment pun, gue gak pengen tua dan gak berguna disaat anak-anak gue ngebutuhin gue. Badan gue rontok disaat cucu-cucu gue pengen lari kesana-kesini main sama gue. Gak gue gak mau itu terjadi.

Cemburu? Iya gue cemburu sama sahabat gue sebut aja “bunga,” kita seumuran tapi dia udah gendong anak dan punya suami yang sayang sama dia. Gak cuma bunga, sahabat gue lainnya sebut aja “mawar”, udah lama banget gak kedengeran kabar dari dia, tiba-tiba ngepath undangan dan whatsapp suruh datang ke acara resepsinya, karena sebenernya dia udah lama nikah dan baru-baru ini mau digelar resepsinya and now mawar lagi hamil.

11/06/2014

Alasan Kenapa Lo Harus Resign?


Bos Galak dan Tidak Perduli dengan Karyawan
Alasan Kenapa lo harus Resign yang pertama adalah “Bos lo Galak”, Kita gak salah tapi dia selalu ngebentak dan berteriak, belom lagi perintah kita ini-itu tanpa henti. Emang mereka pikir kita gak punya perasaan apa *kemudian baper~ngahaha* Gak boleh menerima telpon di kantor, apa pun alasannya ‘ini beneran ada’. Dan yang lebih menyedihkan lagi bos lo gak perduli sama KESEJAHTERAAN KARYAWANNYA. Wak wauuuuu, terjun bebas aja lo dari atas Menara Saidah. Inget apapun yang lo lakukan akan selalu salah dimata sang bos, mau lo gak salah kek, mau lo jadi malaikat pelindungnya kek, bos lo gak akan perduli. Apa yang paling menyedihkan dari ini semua??

Saat lo sakit dan minta duit berobat tapi bos lo, ngoper lo ke HRD, kemudian HRD bilang “kasih orang finance”, terus orang finance bilang “taro aja” tapi gak di acc- acc, sakitnya tuh kaya bulu idung dicabut terus dikasih cuka sama garem sambil kesundul irisan jeruk nipis belom lagi kepencet saat ngupil, sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit men..

KESEJAHTERAAN KARYAWANNYA AJA DIA GAK PERDULI, gimana kalo lo nyodorin angka deret delapan karena istri lo baru aja ngelahirin di luar negeri dan anak lo lahir kembar dua dan dikenakan pula biaya double. LO PIKIR BOS LO MAU BAYAR GITU?? BOS YANG GALAK ADALAH TUHAN YANG GAK PERNAH SALAH. Satu-satunya jalan keluar dari kisah sedih yang tak bertepi dan tak berujung ini “RESIGN lah naaaak.”

Gak jarang juga toh, bos ngasih kerjaan setumpuk dan membiarkan kamu lembur saat malam menyambut sang fajar. Sedangkan kamu baru bisa kembali kerumah, dengan udara yang begitu menusuk tulang, melihat keluargamu yang sedang lelap tertidur, tapi kamu baru bisa melepas lelah sejenak di kasur empuk, dan beberapa jam kemudian kamu harus segera masuk kantor, kalo gak gaji yang kamu dapat akan di babat oleh bos? kalo kata mas Afgan, terlalu sadis caramu~

Ini gak adil men, temen-temen lo bisa mendapatkan Kantor dengan interior keche dan bos yang pengertian, belom lagi bonus setiap bulan dan gaji ke 13, dan tunjangan 3 bulan gaji, masa lo engga?? Lo juga layak mendapatkan bos yang fun dan menyenangkan, carilah info sebanyak-banyaknya. Kalo lo punya saudara atau kerabat yang berada di kantor yang lo ‘taksir’ cari tau dulu Bos nya galak atau FUN???

Suasana Kantor Tidak Nyaman (Banyak Gossip)
Di kantor manapun lo berada yang namanya tukang gossip itu selalu ada bertebaran dimana-mana!! “KUNCINYA: LO JANGAN PERNAH TANGGEPIN APA YANG MEREKA OMONGIN, JANGAN SEKALI – KALI, LO TANGGEPIN, SEKALI LO NGOMONG ‘A’ MEREKA SI BIANG GOSSIP AKAN MENYEBARLUASKAN YANG AKAN MERUGIKAN DIRI LO” oke maap capslook jebol. Intinya cara menghadapi si tukang gossip, lo gak boleh terpengaruh dan terjerumus bergabung dengan komplotan mereka! CATAT itu! 

Wahai orang-orang beriman, jauhkanlah dirimu dari banyak berprasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah perbuatan dosa. Dan jangan pula saling memata-matai maupun menggunjing satu sama lain. Adakah salah seorang diantaramu gemar memakan daging mayat saudaramu sendiri? Pastilah kamu merasa jijik! Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. (Surat Al-Hujurat Ayat 12)

Gue tau kerja gak akan efisien kalau suasananya gak mendukung dan gak membuat lo nyaman. Senior atau teman se-ruangan lo nyindir atau nyinyir lo, dan berkeinginan mendepak lo dari kantor itu. Belom lagi gossip-gossip murahan yang memfitnah lo semacam, lo digossipin sama mamang-mamang OB dan lo di anter pulang sama HRD malem-malem, atau lo di dijadikan istri ke enamnya BOS. Triple iyuh iyuh iyuh men!!!

Sebaiknya lo resign agar nama baik lo tidak tercemar semakin jauh dan kembali utuh, belom lagi kekesalan yang lo pendam itu gak akan baik jika disimpan lama-lama, kesehatan lo akan terganggu baik fisik maupun mental! Masih banyak kantor yang isinya orang-orang baik dan menyenangkan kok. Inget men, kantor adalah keluarga ke-2, waktu kita banyak dihabiskan di kantor. Lo mau menghabiskan waktu dengan keadaan seperti itu yang mengakibatkan kinerja kerja lo menurun dan memburuk? Lalu masih adakah alasan lo untuk tetap bertahan disana?

Jarak Antara Rumah dan Kantor Jauh
Kalo rumah lo di Bekasi dan kantor lo didaerah Tanah Kusir atau Rumah lo di daerah Bekasi kantor lo di Kebon Jeruk, dan lo naik-turun bis. Selamat kedepannya badan lo akan remuk. Gaji lo pun akan habis di ongkos. Dan berita bagusnya lagi “lo akan TUA di JALAN”. Carilah tempat kerjaan yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah lo. Lo mau ngekos? Biaya ngekos + biaya makan sehari 3 kali + biaya ongkos + biaya listrik + biaya laundry + biaya pulsa + biaya sedekah + biaya untuk memberikan sedikit rezeki untuk orang tua, adik, keponakan + biaya cicilan lainnya, MASIH KAH ADA SISA DI TABUNGAN LO SAAT INI? 

Ayolah, diluar sana masih ada kantor keche dan bergengsi yang membutuhkan lo dan jaraknya gak begitu jauh dari rumah lo sekarang. Jangan pasrah sama keadaan,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Nah udah gue kasih wejangan tuh, jadi gak ada alesan lagi buat lo nunda-nunda kesempatan untuk mendapatkan tempat yang lebih dari tempat lo yang sekarang. Inget, keluarga lo juga butuh waktu buat ketemu lo atau sekedar ngumpul dan makan malem bareng. Jangan sampai waktu lo yang habis karena berkutat dengan “jarak” lo kehilangan moment berharga. Orang yang lo sayangin gak selamanya ada disamping lo, jadi manfaatkan lah waktu sebaik-baiknya sebelum semua terlambat dan lo nyesel “kenapa gue gak pernah ada waktu buat mereka.”

Tidak Punya Waktu ‘Me TIME’ Kerjaan selalu datang
Kerjaan numpuk dan datang menyerang bagai alien-alien yang selalu bermunculan bertubi-tubi tanpa memberikan kesempatan untuk kita menghentikan semua ini dan membalas mereka dengan amunisi yang kita punya. Bahkan saat temen-temen dan sahabat lo ngeshare foto di path, instagram, twitter, facebook tentang keberadaan mereka di jam luar kantor lo cuma bisa nangis dibawah kolong meja dan meratapi itu semua. Lo ngiri kan, mereka bisa haha~ hihi~ gak terbebani kerjaan yang besok harus selsai dan kenyataannya kerjaan lo gak ‘pernah’ ‘akan’ ‘bisa’ selesai. Lo ngiri temen lo bisa kesalon, manjain diri, bercengkrama dengan gengss nya, bisa nge-gym, bisa futsal malem, lo ngiri kan?

Ayolah, lo butuh hiburan dan manjain diri lo setelah seharian bekerja. Lo ga kasihan itu sama pinggang keche lo yang udah berjam-jam duduk dibangku panas? Lo ga kasihan sama mata indah yang udah menatap layar computer seharian? Lo ga kasihan sama badan lo? Mereka butuh refresh! Mereka butuh Appreciated setelah bekerja seharian, bukan jam tambahan dari kantor atau rong-rongan bos yang membuat kita harus berlama-lama dikantor apapun itu alasannya.

Kantor seharusnya mengerti dan memberikan kebijakan serta memahami bahwa karyawanpun seorang manusia biasa bukan robot, robotpun bila mesinnya terlalu panas bisa bunuh diri, (terkait dengan berita tentang robot yang bunuh diri akibat mesinnya yang terlalu panas di Kota Kirchdorf Austria, Kalau mau cek silahkan search masing-masing yes) Apa lagi kita ? Resign lah! Carilah tempat atau kantor yang bisa memberikan kamu “Me Time” agar kamu bisa menghargai dirimu sendiri, karena kamu pantas mendapatkan itu!

Kesehatan Menurun
Sebelumnya lo gak pernah punya riwayat penyakit apapun, namun setelah lo kerja di “tempat kerjaan” lo sekarang lo jadi gampang lelah, lo bawaannya ngantuk, lo jadi cepet bosen, atau lo terserang masuk angin sepanjang masa yang tak berkesudahan? Fix daya tahan tubuh lo sekarang menurun. Banyak yang mempengaruhi itu semua.

Salah satunya dipengaruhi oleh, sifat Bos yang galak bikin kepala kita pusing dengan permintaan yang kadang gak masuk akal, serta makiannya yang kadang merusak mental kita. Gak hanya itu jarak antara rumah dan kantor kita bagai ‘antar kota’ ‘antar propinsi’ menghabiskan banyak waktu untuk dibuang bersama jalanan yang macet dan debu yang berhembus kesana-kemari. Ditambah banyak biang gossip yang membuat kuping kita rusak karena omongan-omongan yang gak penting kadang bersliweran menggigit kuping kita hingga hampir putus. Kita sebagai karyawan pun butuh waktu "Me Time”. Belum lagi masalah GAJI! Ya gaji kita habis entah kemana gak lewat rumah, gak ada uang yang bisa di save akibat potongan sana-sini yang gak jelas kemana rimbanya.

Selama ini kita hanya menjadi budak para pemimpin yang memperkaya dirinya sendiri tanpa tau SDM yang perusahaan mereka miliki sedang tergunjang jiwa dan raganya. Dan lebih buruknya lagi kantor lo ga menyediakan asuransi kesehatan buat lo. Deeeeeeeeem, terkutuklah mereka yang mempekerjakan karyawan tanpa henti dengan gaji kecil dan tidak menyediakan asuransi kesehatan untuk para karyawannya!!

RESIGN!! RESIGN!! RESIGN!!
Carilah Kantor yang care terhadap semua karyawannya! Jangan habiskan waktu lo untuk menerima keadaan seperti ini, lo berhak mendapatkan keadaan yang lebih baik dari pada ini.

Denger kata-kata gue, suatu saat nanti kalau lo punya perusahaan sendiri, lo harus menjamin kesehatan dan kesejahteraan karyawan lo ya men! Karena SDM dalam suatu perusahaan itu sangat penting, agar mereka tidak banyak bongkar – pasang “banyak yang resign” KEKOMPAKAN SUATU TIM, SANGAT PENTING TOH? BUKAN KAH BEKERJA UNTUK MENYAMBUNG HIDUP MENCARI UANG UNTUK KEHIDUPAN AGAR JAUH LEBIH LAYAK DARI PADA HANYA BERPANGKU TANGAN DAN SEKEDAR MEMINTA-MINTA??

Pengetahuan dan Keterampilan Kalian Tidak Berkembang
Lo lulusan Akutansi, udah setahun kerjaan lo Cuma jadi tukang fotocopy dan catetin faktur pajak.

Hellllloooouuuwwww, BANGUN!! BANGUN!! BANGUN!! Gunakan akal sehat lo untuk bisa sadar dimana sekarang lo berada. Lo berada di goa yang isinya uler sama macan, gak ada lampu, gak ada udara, gak ada tanda-tanda kehidupan! Cepetan lo sekarang sadar dan beranjak dari kantor lo sekarang! Cari lah kehidupan yang layak untuk masa depan lo. Gak perduli berapa banyak temen lo ditempat kerjaan itu dan membuat lo nyaman berada disana, karena takut gak akan nemuin orang-orang unik bin ajaib macem mereka. 

Lo gak bisa lama-lama berdiam diri dan merasa gak ada masalah! lo harus bisa menatap masa depan yang lebih cerah. Lo akan di hadapi dengan sebuah pernikahan, lo punya kehidupan, dan lo harus menghidupi keluarga kecil lo. Lo mau bertahan di tempat yang memenjarakan “kesempatan lo untuk berkembang?” Maksud gue, keterampilan yang lo dapet ya segitu-segitu aja. Lo gak bisa berkembang. Lo gak bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk keluarga lo. 

Carilah tempat kerjaan yang membuat lo bisa berkembang, mempelajari semua hal. Lo bisa mencoba semua hal yang sebelumnya lo gak pernah pelajarin, dengan begitu “BANYAK NYA KETERAMPILAN YANG LO BISA, MAKA GAJI LO AKAN SETIMPAL DENGAN ITU”

Misalnya lo, adalah seorang Fresh Graduate jurusan Akutansi. Di kantor “A” lo bisa mempelajari pajak, lo bisa mempelajari bagaimana cara mengaudit, dan lain-lain. Dengan banyaknya keterampilan yang lo bisa, selain wawasan lo bertambah, Bos lo yang tersayang pun akan memperhitungkan lo, dan membayar lo dengan gaji yang lumayan tinggi.

Come on!! Lulusan akutansi itu setiap tahun ada ratusan ribu, masa iya lo bersaing dengan mereka, dengan wawasan yang segitu-segitu aja. Apa yang membedakan lo dengan ratusan ribu jiwa lainnya diluar sana? Umur lo semakin lama akan semakin bertambah, kantor mana yang mau terima “pengalaman kerja yang cetek, gak punya keterampilan lain, tidak menguasai suatu  bidang lain karena di kantor lama cuma disuruh jadi juru ketik dan tukang foto copy padahal di adalah seorang sarjana ditambah umurnya sudah tidak muda lagi”

INGET GAJI YANG LO TERIMA SEBANDING DENGAN KEMAMPUAN YANG LO MILIKI.

Intinya gue cuma saranin, kalau lo sekarang berada di kantor dan lo ngerjain sesuatu yang sama berulang kali mending lo resign lah. Cari lah kantor yang semakin lama lo kerja disana- maka semakin banyak pelajaran yang bisa lo ambil, bahkan kalau bisa semua jobdes disana lo bisa melakukan itu semua. Hahaha.. Abis itu lo sendiri yang buka kantor dan mempekerjakan sarjana-sarjana muda nan keche!

Gaji Kecil
Ini alasan paling mutahir kenapa lo Harus resign dari kantor tercinta lo, yang udah memberikan secercah harapan baru, namun dikemudian hari sirna karena lo baru sadar ternyata gaji yang lo terima selama sebulan cuma sampe kerongkongan doang. Pergi tanpa asallamualaikum, dompet cuma dijadiin tempat naro KTP, Kartu ATM, Kartu Kredit, dan Kartu nama andelan buat disebar ke klien. 

Sedihhhhhh men, sedih, lo yakin? Lo bertahan sama kantor yang memberikan lo gaji kecil tapi gak sebanding sama pengorbanan lo, waktu ngejar-ngejar dosen pembimbing agar skripsi lo cepet di acc dan lo bisa sidang??? Lo gak inget berapa rupiah yang udah dikeluarin buat ngeprint skripsi, dan berulang-ulang harus revisi?? Lo gak inget emak, bapak lu udah ngoceh dan ngomel kaya apa tau, saking kepingin anaknya cepet wisuda? Kebaya impian, Jas keche, yang udah lo pake di hari wisuda apa sebanding sama Gaji lo sekarang men????? 

Resign lah!! Kalo lo GAK mau kerja, buka lah LAPANGAN PEKERJAAN ‘jadi lah pengusaha agar lo bisa mempekerjakan orang lain’. Kalo lo cukup PEDE dengan SKILL yang lo punya dan ‘mampu punya GAJI yang SESUAI dengan SKILL lo’ ya cari lah tempat kerjaan yang bergengsi!

Bhay.